Cara Budidaya Udang Vaname Agar Hasil Berkualitas dan Maksimal Bagian 2

Lancar Budidaya

Manfaat berkelompok sangat dirasakan oleh Dani. Anggota Maju Prima ini awal – nya mencoba budidaya udang secara man diri tetapi gagal akibat serangan pe – nyakit. “Saya bertemu dengan Bapak H. Azhuri dan diajak bergabung dalam Ke – lom pok Maju Prima. Sekarang ini sudah siklus yang kelima dan lancar,” ungkapnya senang. Pria yang memiliki tiga kolam berukuran 1.500 m2/unit ini pun menjalankan budi – daya sistem semi-intensif dengan padat tebar 120-150 ekor/m2. Setiap kolam dipasang dua unit kincir menggunakan listrik PLN.

Pada siklus berikutnya, pem – budidaya dari Desa Bandarnegeri itu be – rencana menggunakan 4 unit kincir/ ko – lam karena mendapat pasokan listrik yang mencukupi. Menurut Dani, yang men jadi kendala budida – ya udang adalah kualitas air. Salah satu kolamnya dijadikan tandon untuk air persiapan awal. Ketika ko – lam ini akan ditebari udang, kolam lain yang sudah panen dijadikan tan don secara bergiliran. Untuk penambahan air, ia memanfaatkan sumur bor yang dibangun di pe ma – tang kolam. Dani juga me – lapisi dinding tambak de – ngan plastik guna me mi – ni malkan rembesan air se – hingga air yang digunakan lebih awet.

Menjadi Kavas

Awal Mei lalu, Azhuri menjelaskan, Ke – lompok Pembudidaya Maju Prima dires – mikan sebagai Kawasan Vannamei STP (Ka – vas) yang di bawah bimbingan PT Suri Tani Pemuka (STP). Para pembudidaya ang gota Kavas pun mendapat bimbingan cara budidaya dari teknisi andal STP, ban tuan kredit pakan udang selama sebulan, dan layanan lab keliling dua minggu sekali. Pria yang berbudidaya udang sejak 1986 ini senang mendapat bimbingan budi – daya dan bantuan layanan lab keliling ka – rena memang sangat dibutuhkan pem – budidaya. “Lab sangat dibutuhkan untuk mengetahui ada apa di tambak kita,” cetusnya. Teknisi Kavas juga mengajarkan pem – budidaya melakukan pencatatan sehing – ga kegiatan budidaya hingga panen mu – lai terdata.

Anggota Kavas yang terbagi dalam 5 subkelompok berdasarkan desa itu juga rutin mengadakan diskusi dua minggu sampai sebulan sekali. “Kita berterima kasih pada STP karena diberi bantuan dan arahan dari teknisi – nya. Kami minta dua minggu sekali tek – ni si untuk hadir,” ungkapnya. Dengan ber – gabungnya pembudidaya ke dalam Ka – wasan Vaname STP, Azhuri yakin produksi udang Kavas Maju Prima akan meningkat hingga 20% dari siklus sebelumnya mes – kipun sedang ada kendala serangan white spot syndrome virus (WSSV) sejak Juni lalu di tambak. “White spot saat ini lagi merebak, malah lebih ganas di vaname untuk penyebar – annya. Sedang dicari apa penyebabnya,” jelas pria kelahiran 18 November 1961 itu. Untuk mencegah penularan WSSV, udang yang terserang di bawah umur sebulan dimusnahkan. Dua puluh hari setelahnya, air tambak baru dibuang sebelum per – siap an siklus budidaya yang baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *