Cara Budidaya Udang Vaname Agar Hasil Berkualitas dan Maksimal

Cara Budidaya Udang Vaname Agar Hasil Berkualitas dan Maksimal – Salah satu pembudidaya yang sukses menjalankan klaster budidaya udang adalah H. Azhuri. Pak Haji dari Desa Sriminosari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur ini mengelola sekitar 100-an ha tambak udang bersama sekitar 50 pembudidaya di bawah payung Kelompok Maju Prima. Para petambak yang awalnya menebar windu atau vana – me secara tradisional itu beralih menjadi budidaya vaname sistem semi-intensif. Pro duksi udangnya mencapai 1-2 ton/1.500 m2/siklus.

Membantu Pembudidaya

H. Azhuri membentuk kelompok Maju Pri ma sejak dua tahun lalu. Pria asal Ba – nyu wangi, Jawa Timur itu tertarik meng – ajak rekan-rekan sesama pembudidaya kecil membentuk kelompok untuk ber – bagi ilmu dan saling membantu dalam bu di daya udang. Ia prihatin dengan pem – budidaya lain yang belum menerapkan teknologi yang tepat dalam memelihara udang.

Saat itu hasil budidaya Azhuri jauh lebih baik daripada pembudidaya sekitar. Ia pun mengajak petambak untuk bersamasama memperbaiki cara budidaya. “Kalau ada hasil ayo ikut aku, kalau nggak ada hasil tinggalin aja. Alhamdulillah setelah gabung sama kita, mereka ada hasil,” kenangnya. Mulanya hanya 10-15 orang yang mau bergabung dalam Kelompok Maju Prima. Azhuri pun mendampingi mereka sejak mempersiapkan lahan budidaya, menca – ri kan penyedia benur vaname berkuali – tas, membantu proses budidaya, mema – sok pakan dengan sistem kredit, hingga mem bantu akses pemasaran. “Saat pa – nen, mereka melapor lalu saya carikan be – berapa pedagang yang memberikan har – ga terbaik,” ujar pria yang menjadi pe – nyuluh swadaya itu kepada AGRINA. Pembudidaya pun merasa terbantu de – ngan bimbingan Azhuri. Lambat-laun jum lah anggota kelompok kian bertam – bah karena ingin merasakan manfaat yang sama.

Dalam dua tahun, anggota Kelompok Maju Prima menjadi 50 orang yang berlokasi di Kecamatan Labuhan Ma ring gai dan tersebar di Desa Sri Mino – sari, Margasari, Semarangbaru, Muara Gading Mas, dan Bandarnegeri. Tambak berukuran 1.500-4.000 m2 itu per lahan beralih ke sistem budidaya se – mi-intensif dengan padat tebar 30-40 ekor/m2 untuk tambak berkincir manual dan 75-80 ekor/m2 dengan kincir elektrik. “Produksinya sekitar 1,5-2 ton/siklus un – tuk tambak 1.500 m2 yang pakai kincir elek trik. Kincir manual produksinya 1-1,5 ton/siklus,” jelas Ketua Kelompok Maju Prima itu.

Azhuri sendiri memiliki lima petak tam – bak berukuran 1.400 m2, 2.400 m2, dan 3.400 m2 yang ditebar udang sebanyak 70-80 ekor/ m2. Tambak beralas tanah ini dilengkapi kincir manual dan elektrik, berdinding plastik, serta menggunakan air dari laut dan sumur bor. Sebelum di – gu nakan, air laut disterilkan dulu di kolam penampung. Sedangkan, air sumur bor langsung disalurkan ke tambak pada umur 15-20 hari budidaya. Tiap siklus, ayah tiga anak ini bisa me -manen vaname sebanyak 1,5-1,6 ton dari tambak 1.400 m2, 2-2,5 ton per 2.400 m2, dan 3,5 ton per 3.400 m2. Panen dilakukan secara parsial pada umur 60 hari dengan size (ukuran) 80-90 dan 75 hari untuk size 60 ekor. Lalu, panen akhir saat umur 105 ha – ri dengan size sekitar 40. Berikutnya, ia dan anggota kelompok akan mencoba pa dat tebar udang 100 ekor/m2. “Panen par sial bisa buat nambah beli pakan,” imbuhnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *