Rumah Bisa Dijual, Apartemen Bisa Disewakan

“Jelas pilih rumah dong. Harga tanah cenderung cepat naik kalau dibandingkan apartemen,” tutur Muhammad Gandhi (38), salah seorang pembaca ketika ditanya, pilih rumah atau apartemen. Pria yang bekerja sebagai pegawai di perusahaan internasional ini melihat kenyataan bahwa rumah yang dibelinya di daerah Bintaro, Tangerang Selatan, naik hingga 50% dalam jangka waktu 10 tahun saja. Berbeda dengan Gita Saraswati, karyawati perusahaan minyak yang sudah memiliki hunian pertamanya di daerah Cibubur. Ia membeli hunian apartemen kedua sebagai investasi karena dinilai prospeknya lebih cerah ketimbang rumah tapak. Mana yang benar?

HARGA SAMA, UKURAN BEDA

Ditilik dari ukuran yang didapat, jelas ada perbedaan ukuran rumah dengan apartemen. Jika kita membeli rumah dengan harga yang sama dengan apartemen, ukuran rumah yang didapat bisa lebih besar ketimbang ukuran apartemen. Namun biasanya, letaknya di pinggir kota. Sedangkan jika membeli apartemen dengan harga sama, ukurannya pasti lebih kecil dan tidak memiliki tanah, namun letaknya bisa di dalam kota Jakarta. Contohnya saja, dengan uang Rp700 juta, Anda bisa mendapat rumah tipe 85/150 di Pesona Intiland Cilebut atau di Kluster Rose Graha Raya, Tangerang, dengan ukuran bangunan 40 m2 dan lahan 54 m2. Sementara dengan uang yang sama, Anda hanya mendapatkan 1 unit apartemen berukuran 28m2 di Green Pramuka, Jakarta Timur, ataupun apartemen berukuran sama di H Residence Cawang.

RENOVASI SEBELUM DIJUAL

Rumah perlu direnovasi ketika akan dijual kembali, misalnya karena plafonnya rusak, atau fasadnya kusam. Jika ingin dijual dengan harga yang baik, perlu biaya untuk perbaikan. Lain halnya dengan apartemen yang perbaikannya ditanggung oleh pengelola, kecuali kerusakan di dalam unitnya itu sendiri. Hal ini tentu perlu Anda perhitungkan ke dalam bujet investasi Anda.

KENAIKAN HARGA RUMAH VS APARTEMEN

Rumah lebih cocok untuk dijual kembali, bukan disewakan. Harga rumah dan tanah memang setiap tahun naik. Menurut prediksi Eddy Ganefo, ketua APERSI, di tahun 2016 ini harga rumah akan naik sekitar 10-15%. “Dengan catatan, itu ada di deerah sunrise, (daerah yang menjanjikan, red.) seperti Kerawang yang sedang berkembang pesat,” tutur Eddy. Sementara Colliers International mencatat, di tahun 2014-2015 kenaikan harga jual apartemen mencapai 10,1%. Ini artinya, kenaikan harga rumah memang cenderung lebih besar ketimbang kenaikan apartemen. Dan rumah pun akan terus naik setiap tahunnya, sementara harga apartemen akan naik namun bisa mengalami stagnansi ketika ada apartemen sejenis bermunculan di sekitarnya.

Kelebihan lainnya untuk apartemen adalah telah dilengkapi dengan genset sebagai sumber listrik alternatif. Harga genset yang murah untuk apartemen bisa didapatkan melalui Distributor Jual Genset Bali yang memberikan potongan harga serta bergaransi.